Makalah Pembelajaran PAI



MAKALAH
Menggunakan Comic Life Dalam Pembelajaran PAI
Diajukan untuk memenuhi tugas individu pada mata kuliah Tik Dalam Pembelajaran PAI


Dosen Pengampu :
1.      Dr. Nafan Tarihoran, M.Hum
2.      Dr. H. Shobri, S.Kom.,

 









Disusun Oleh :

MUHAMAD SYAHRIL
NIM: 162010011

PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN TAHUN 2017 M/1439 H


Pendahuluan
Pendidikan Agama Islam merupakan Ilmu yang menekankan pada akhlak seseorang untuk menjadi insan yang kamil dengan ujuannya yang tertuju untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. IT merupakan hal yang baik dan bagus dalam proses penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Bidang pembelajaran PAI, merupakan bidang yang memiliki dua karakteristik, yaitu bidang studi yang bermuatan pengetahuan dan bidang yang bermuatan nilai. Hal ini mengandung bahwa pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang tidak hanya memberikan modal pengetahuan tetapi juga memberikan modal moral kepada siswa. Dengan demikian apabila Guru PAI menyadari dalam tugas profesionalnya maka dasarnya mereka mempunyai tanggung jawab yang tidak ringan terhadap ketercapaian dari tujuan pembelajaran PAI, karena memberikan materi PAI di kelas tidak cukup dengan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus dapat menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, oleh karena itu agar pembelajaran PAI mempunyai makna tentunya harus dilandasi pada sebuah perangkat sistem yang baik, perangkat tersebut dimulai dari perencanaan yang matang, penerapan strategi yang baik, dan alat evaluasi yang relevan.  
Dengan kemajuan yang begitu pesat, terutama dengan pesatnya IT, seorang Guru dituntut untuk mampu menguasai ilmu tekhnologi. Realita pada masa kini dapat terlihat jelas bahwa belajar tidak hanya terjadi pada lembaga pendidikan formal dan tersekat dengan dinding pemisah melainkan pembelajaran terjadi di luar lingkungan dengan menggunakan sumber pembelajaran yang dinamakan ilmu Tekhnologi (Internet). Sumber belajar yang memberikan informasi atau pesan pembelajaran dapat terlihat dengan atau melalui media pembelajaran yang bersifat instan atau praktis. Pembelajaran dengan bantuan komputer atau laptop  adalah pembelajaran baik dilaksanakan secara kelompok atau individual, dengan memperhatikan ‘kecepatan’tanggap pembelajaran dan berpenampilan (layar) menarik, serta responsive terhadap siswanya. Internet untuk pembelajaran dapat difungsikan sebagai sumber belajar yang memuat data dan fakta itu selalu diperbaharui, sehingga dia tidak mudah basi, namun dapat pula ditampilkan berulang-ulang dengan data tercetak. Oleh sebab itu internet sangat baik dan lebih mampu memuaskan, rasa ingin tahu sekaligus lebih murah. Dapat diharapkan dengan kemampuan Guru di dalam IT yang profesional siswa akan menghasilkan siswa-siswi yang profesional dan tidak tertinggal dengan kemajuan Ilmu Tekhnologi.  

A.    Hakekat Belajar
Belajar adalah istilah kunci yang paling vital dalam kehidupan manusia khususnya dalam kehidupan dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar tak pernah ada pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu dapat perhatian yang luas dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan khususnya bidang psikologi pendidikan. Belajar tak lain adalah proses menyatakan diri secara utuh, dan menempatkan kemanusiannya secara menyeluruh.
Istilah belajar sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya : belajar membaca, belajar mengaji, belajar berenan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu menurut Gagne (1997), belajar sesungguhnya diawali dengan adanya rangsangan dari reseptor yang berakhir dengan adanya umpan balik dalam bentuk penampilan. Penampilan hasil belajar ini merupakan hasil transformasi proses yang bersifat internal dalam memori siswa dari proses belajar sebelumnya dengan pristiwa eksternal yang merupakan kondisi proses pembelajaran.[1]

B.     Hakekat Pembelajaran
Pembelajaran merupakan kegiatan yang banyak melibatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru. Untuk mencapai tujuan pengjaran perlu adanya metode mengajar. Pemilihan metode mengajar harus mempertimbangkan pengembangan kemampuan siswa yang lebih kreatif, inovatif, dan dikondisikan pada pembelajaran. Metode sangat memegang peranan penting dalam pengajaran. Apapun pendekatan dan model yang digunakan dalam mengajar, maka harus difasilitasi oleh metode mengajar.
 Metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses mengajar dan belajar. Dengan metode ini diharapkan terdapat intraksi pembelajaran antara siswa dengan guru dalam proses pembelajaran.
C.     Metode sebagai alat mencapai tujuan
Metode sebagai hal yang penting dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, dengan metode yang diterapkan diharapkan dapat menghasilkan output yang memiliki skill yang baik. Tujuan dalam mengajar merupakan arah yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan berfungsi sebagai pedoman yang dapat menentukan karena kegiatan pembelajaran akan dibawa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pada hakikatnya tujuan mengajar yang dilakukan oleh guru di   sekolah adalah mengarahkan dan membuat perubahan tingkah laku pada diri siswa baik aspek (kognitif), sikap dan nilai-nilai (afektif) serta kemampuan berbuat, bertindak, dan melakukan, suatu gerakan atau perbuatan (psikomotor).[2]

D.    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pendidikan Agam Islam adalah hal yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan untuk memberikan penekanan terhadap akhlak yang baik seiring kemajuan Ilmu Tekhnologi. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang memberikan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan mengamalkan, ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai pribadi, masyarakat, bangsa dan negara melalui materi keimanan, bimbingan ibadah, Al-Qur’an, Hadist, Akhlak, Syariah/Fiqih/Muamalah dan Tarikh (Sejarah Islam), yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadist.[3]
 Mata pembelajaran PAI khusunya di Madrsyah berfungsi untuk; a) penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, b) Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga, c) Penyesuain mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosila melalui pendidikan agama Islam, d) Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan, peserta didik dalam keyakinan, pengalaman, ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, e) Pencegahan peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang akan dihadapinya sehari-hari, f) Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan pendidikan Agama Islam, serta sistem dan fungsionalnya, g) Penyaluran siswa untuk mendalami Pendidikan Agama Islam ke lembagaan pendidikan yang lebuh tinggi.[4]
Dalam proses pembelajaran PAI tidak terlepas dari tujuan yang harus tersusun secara riil untuk mencapai keberhasilan proses pembelajaran. Secara umum, tujuan pendidikan islam terbagi kepada: tujuan umum, tujuan sementara, tujuan akhir dan tujuan operasional. Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam sebuah kurikulum tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar eserta didik menjadi manusi-manusi sempurna (insane kamil) setelah menghabiskan sisa umurnya. Sementara tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu.[5]

E.     Media Pembelajaran dan Sumber Belajar
Media Pembelajaran tidak dapat diabaikan begitu saja dalam proses pembelajaran yang ingin suatu dicapai oleh pendidik. Keberhasilan suatu proses pembelajaran akan tergantung pada komponen yang terdapat di tempat pembelajaran. Media sebagai bentuk jamak dari kata ‘medium’ secara harfiah diartikan sebagai ‘perantara atau pengantar. Dan Media yang dimaksudkan adalah media yang digunakan sebagai alat, bahan dan sumber dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar adalah pengalaman-pengalaman yang ada pada dasarnya luas, yakni seluas kehidupan yang mencakup segala sesuatu yang dapat dialami, yang dapat menimbulkan peristiwa belajar. Maksudnya ada perubahan tingkah laku kearah yang lebih sempurna sesuai yang telah ditentukan. Nilai dan manfaat media pembelajaran diantaranya; Penggunaan media pembelajaran dalam kelompok media pengajaran dapat memberikan pengaruh terapi kepada anak. Mereka belajar bekerja sama, memberikan ide dan pemikiran, menghormati dan menghargai kemampuan dan pandangan orang lain. Kelompok teman sebayanya semakin produktif dengan adanya media pengajaran yang tepat. Kelompok kecil dan individu akan mendapat keterampilan yang berbeda-beda. Dengan media pembelajaran diharapkan dapat membantu kemajuan di dalam dunia pendidikan di Indonesia.




F.      Pemanfaatan Media Audio, Visual, dan Audio Visual dalam Pembelajaran PAI
Medio audio visual merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dimiliki guru seiring dengan kemajuan jaman. Media audio ini yaitu media yang dapat di dengar saja seperti kaset audio, radio, MP3 Player, tape Rekorder.
Tujuan media Audio bermanfaat sekali dengan memiliki beberapa fungsi diantaranya
1.      Memberikan pembelajaran berbahasa asing, apalagi secara audio atau audio visual
2.      Pembelajaran melalui radio Pembelajaran
3.      Paket-paket pembelajaran untuk berbagai jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.
Kemajuan dalam manajemen sistem informasi menghadirkan berbagai macam bentuk kemudahan. Semua kegiatan menjadi serba otomotis, transaksi, dapat dilaksanakan tanpa jeda waktu, dan urusan menjadi efektif dan efesien. Hal ini disebabkan semua urusan dikendalikan melalui perangkat lunak (software), dan perangkat komputer yang semakin berkinerja tinggi.[6]
G.    Pemanfaatan Internet sebagai sumber belajar 
Internet sebagai suatu yang tidak asing lagi pada usia kini yang banyak sumber-sumber ilmu pengetahuan yang bisa dapat diperoleh dengan Internet. Kemajuan teknologi yang begitu pesat menyebabkan kemajuan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu seorang Guru harus dapat memanfaatkan kemajuan ilmu tekhnologi dengan dapat menggunkan Internet dengan semestinya. Internet adalah tekhnologi baru yang sangat canggih, dengan menggunakan tekhnologi ini, semua computer di dunia yang terhubung ke dalam Internet dapat melakukan banyak kegiatan seperti berkomunikasi mengakses halaman web, Catting, Vidio, dan lainnya.
            Internet adalah jaringan computer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas territorial, hukum dan budaya. Secara fisik, internet dianalogikan sebagai jarring laba-laba (the web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan. Internet adalah jaringan informasi (data) langit yang hanya dapat diakses (dipantau-diperbaharui) melalui computer. Dilihat dari asal katanya, internet merupakan sebuah singkatan dari dua kata Interconnected Network. Kata Interconnected di dalam Bahasa Indonesia berarti saling berhubungan atau saling berkaitan. Sementara network di dalam Bahasa Indonesia berarti jaringan komputer.

H.    Fungsi dan Kegunaan Internet
Dengan menggunakan Internet di sekolah atau di tempat suatu lembaga pendidikan diharapkan banyak manfaatnya di dalam proses belajar mengajar, dapat terlihat pada saat ini banyak sekali genuaan internet yang dapat di hasilkan, terutama banyak tugas-tugas yang dikirim melalui Email dan lain sebagainya. Sebagai media pembelajaran yang diharapkan akan menjadi bagian dari sesuatu proses belajar mengajar di sekolah, komputer atau Internet diharapkan mampu memberikan dukungan belajar sebagaimana yang diisyaratkan dalam suatu pembelajaran.

I.        Faktor-faktor yang mempengaruhi Penggunaan Media Pembelajaran
1.      Latar belakang pendidikan Guru, dengan latar belakang yang berbeda-beda ini merupakan kemampuan guru masing-masing di dalam ilmu pengetahuannya. Kemampuan menggunakan media pembelajaran ini sangat berpengaruh dari latar belakang dari ilmu pegetahua
2.      Ketersediaan media pembelajaran, dengan kurang tersedianya media pembelajaran media pembelajaran ini berpengaruh terhadap terhambatnya penyampaian ilmu pengetahuan.
3.      Kemampuan dalam menggunkan media pembelajaran, dengan kemampuan yang belum maksimal maka akan menghambat penyampaian materi pembelajaran sehingga siswa akan tertinggal materi pembelajaran.
4.      Waktu yang kurang efesien dan efektif
5.      Metode pembelajaran, karena ini erat kaitannya dengan media pembelajaran yang akan digunakan.

J.       Comic Life
Comic life adalah aplikasi pembuat komik, yang dapat mengubah foto menjadi komik, sehingga memilki cerita dan rangkaian cerita dan rangkaian cerita dari foto yang ditampilan dengan comic life ini merupakan aplikasi yang cukup bagus di dalam IT. Pembelajaran, dapat dimanfaatkan untuk membantu pendidik (guru) dalam menyampaikan materi pembelajaran, baik di kelas, pun di luar kelas. Media pembelajaran Keterlibatan dan peran media sangatlah besar bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran, maka itu kemampuan guru dalam memilih media pembelajaran yang tepat, juga berpengaruh sangat besar terhadap sukses tidaknya kegiatan pembelajaran di kelas. Comic Life, adalah aplikasi gratis yang tersedia dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Aplikasi ini membantu guru menciptkan animasi berbasis gambar dan dokumen, yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Kelebihan comic life, adalah peserta didik akan lebih tertarik dan bersemangat serta lebih mudah dalam materi pembelajaran, di samping ada animasi foto di dalamnya. Comic Life adalah aplikasi pembuat komik, yang dapat mengubah foto menjadi komik, sehingga memiliki cerita dan rangkaian cerita dari foto yang ditampilkan. Kita juga dapat menambahkan catatan-catatan serta keterangan yang diinginkan, terutama yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Media yang tepat dan kemudian diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, akan mengantarkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih mudah dan cepat. Banyak dan bermacam jumlah media yang ada, menjadi pilihan tersendiri bagi guru dalam menentukan, media yang mana yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Peranan visual komik menurut Sudjana dan Rifai adalah kemampuannya dalam menciptakan minat belajar siswa. Sebagai media audio visual, agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu mengoptimalkan pembelajaran.[7]Ada mata pelajaran yang cocok untuk banyak media, namun sebaliknya ada juga mata pelajaran yang guru harus selektif dalam memilih dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran.  Kelebihan Comic Life ini adalah, peserta didik akan lebih tertarik dan bersemangat serta lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran, disamping karena ada animasi foto di dalamnya, tampilan dalam aplikasi Comic Life dibuat semenarik mungkin, sehingga peserta didik secara tidak langsung menyimak gambar sembari membaca dan bahkan memahami materi yang disampaikan melalui Komik yang telah dibuat oleh guru. Guna mengantisipasinya diperlukan program pendidikan yang berkualitas yang menyediakan berbagai pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang luwes, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh, mandiri, dan tanggung jawab dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dalam pendidikan, proses pembelajaran mempunyai banyak sarana dan materi yang secara representatif dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran pada setiap bidang studi. Media pembelajaran pada dasarnya dapat dipergunakan dalam pembelajaran di kelas untuk setiap tingkatan di setiap jenjang pendidikan.


















Penutup
Belajar adalah istilah kunci yang paling vital dalam kehidupan manusia khususnya dalam kehidupan dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar tak pernah ada pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu dapat perhatian yang luas dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan khususnya bidang psikologi pendidikan. Belajar tak lain adalah proses menyatakan diri secara utuh, dan menempatkan kemanusiannya secara menyeluruh. Mata pembelajaran PAI khusunya di Madrsyah berfungsi untuk; a) penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, b) Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga, c) Penyesuain mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosila melalui pendidikan agama Islam, d) Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan, peserta didik dalam keyakinan, pengalaman, ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari,
Internet sebagai suatu yang tidak asing lagi pada usia kini yang banyak sumber-sumber ilmu pengetahuan yang bisa dapat diperoleh dengan Internet. Kemajuan teknologi yang begitu pesat menyebabkan kemajuan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu seorang Guru harus dapat memanfaatkan kemajuan ilmu tekhnologi dengan dapat menggunkan Internet dengan semestinya. Internet adalah tekhnologi baru yang sangat canggih, dengan menggunakan tekhnologi ini, semua computer di dunia yang terhubung ke dalam Internet dapat melakukan banyak kegiatan seperti berkomunikasi mengakses halaman web, Catting, Vidio, dan lainnya.
Comic life adalah aplikasi pembuat komik, yang dapat mengubah foto menjadi komik, sehingga memilki cerita dan rangkaian cerita dan rangkaian cerita dari foto yang ditampilan dengan comic life ini merupakan aplikasi yang cukup bagus di dalam IT. Pembelajaran, dapat dimanfaatkan untuk membantu pendidik (guru) dalam menyampaikan materi pembelajaran, baik di kelas, pun di luar kelas. Media pembelajaran Keterlibatan dan peran media sangatlah besar bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran, maka itu kemampuan guru dalam memilih media pembelajaran yang tepat, juga berpengaruh sangat besar terhadap sukses tidaknya kegiatan pembelajaran di kelas.
Daftar Pustaka
Arief Armai,  Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Cet. 1; Jakarta: Ciputat Press, 2002),


Faesal Amir Mohamed, MANAJEMEN KINERJA Perguruan Tinggi, Mitra Wacana Media, (Jakart: 2016)


Herry Hermawan  dkk, Media Pembelajaran Sekolah Dasar,  Upi Press Komik Pendidikan UPI (Bandung:2011)

Hidayatullah, Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,  Thariq Press Jakarta, (Jakarta;2008)


Muslihah Eneng, Metode dan strategi Pembelajaran, HAJA Mandiri, (Ciputat;2004)
Syah Darwyan dkk, Pengembangan Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam, Diadit Media, (Jakarta;2009)





[1] Hidayatullah, Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,  Thariq Press Jakarta, (Jakarta;2008) h3
[2] Eneng Muslihah, Metode dan strategi Pembelajaran, HAJA Mandiri, (Ciputat;2004) h4
[3] Darwyan Syah dkk, Pengembangan Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam, Diadit Media, (Jakarta;2009)h 28
[4] Ibid, h 2
[5] Armai Arief,  Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Cet. 1; Jakarta: Ciputat Press, 2002), h. 18-19
[6] Mohamed Faesal Amir, MANAJEMEN KINERJA Perguruan Tinggi, Mitra Wacana Media, (Jakart: 2016) h290
[7] Hermawan, Herry dkk, Media Pembelajaran Sekolah Dasar,  Upi Press Komik Pendidikan UPI (Bandung:2011)

Komentar